Postingan

Di Balik Tradisi "Nyongkolan" Suku Sasak

Gambar
DIBALIK TRADISI “NYONGKOLAN” SUKU SASAK   Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi sendiri soal pernikahan, tak terkecuali di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Salah satu kebiasaan masyarakat Suku Sasak dalam acara prosesi pernikahan disebut  Nyongkolan . Tradisi nyongkolan bertujuan memperkenalkan pengantin baru kepada masyarakat luas.Pasangan yang akan menikah di iring dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan.Peserta nyongkolan adalah keluarga dan kerabat mempelai perempuan yang memakai baju ada serta diiringi rombongan musik tradisional seperti gamelan atau kelompok penabuh rebana.Calon mempelai laki – laki datang dengan secara terhormat.Bagi kalangan bangsawan, biasanya menggunakan iringan musik gendang beleq.Karena faktor jarak, iring - iringan ini tidak benar-benar dilakukan secara harfiah dari rumah mempelai laki-laki, namun dimulai dari jarak 0,5-1 km dari rumah perempuan.Selama proses ini,peserta nyongkolan dari rombongan laki-laki mem...

Budaya Adalah Identitas Diri (Sasak Lombok)

Gambar
BUDAYA ADALAH IDENTITAS DIRI (SASAK LOMBOK)           Pada tanggal 26 Desember, tokoh-tokoh Sasak, Samawa, dan Mbojo berkumpul untuk merumuskan sebuah ikrar. Hal tersebut berangkat dari kegundahan dan persoalan pencemaran nama baik budaya dan menceritakannya tanpa mengonfirmasi kebenerannya terlebih dahulu. Oleh karena itu dicetuskan sebuah pernyataan sikap yang disebutkan oleh masyarakat Sasak saja yang diberi nama Piagam Gumi Sasak. Pada saat itu mendaulat tokoh bernama Dr. Muhammad Fajri yang bertempat di Aula Museum  “saya ingin merdeka dengan kebudayaan saya sendiri” ucap Dr. Fajri membuat orang-orang yang hadir pada saat iu terharu. Didampingi oleh tokoh sastrawan terkenal yang bernama Bapak Murahim sebagai pembawa piagam yang kemudian diserahkan kepada Bapak Fajri. Kegiatan ini merupakan sebuah gerakan kebudayaan untuk menyatakan sikap integrasi budaya suatu suku untuk menangkal   Tokoh-tokoh masyarakat Sasak saat itu adalah satu-...

Mengenal Ritual Barodak Yang Tak Lekang Oleh Waktu

Gambar
MENGENAL RITUAL BARODAK YANG TAK LEKANG OLEH WAKTU  Barodak adalah salah satu tata cara perkawinan adat Sumbawa yang hingga saat ini masih menjadi ritual wajib dalam prosesinya. Barodak dilaksanakan setelah dilaksanakannya Tahap-tahap pernikahan dalam adat Sumbawa yaitu : Bajajak, Bakatoan, Basaputes, dan Nyorong  oleh pihak keluarga calon mempelai pria. Barodak juga merupakan tanda diawalinya ritual pembersihan diri calon pengantin dengan cara meluluri seluruh tubuh calon pengantin dengan ramuan-ramuan alami. Animo masyarakat akan acara Barodak di Kabupaten Sumbawa cukup tinggi. Umumnya yang menghadiri acara  barodak pangantan  ini adalah ibu-ibu dan para gadis dari sanak keluarga dan kerabat calon pengantin. Karena nantinya satu persatu dari ibu-ibu yang mewakili keluarga kedua mempelai akan ikut meluluri pengantin kemudian akan diluluri  lagi seluruh tubuh calon pengantin oleh "Ina Odak" atau lebih tepatnya sebagai pengampu acara ini dimana Ina Odak yang a...